Senyawa Kimia Estetik dan Artistik Pada Pameran Nice Chemistry, Kelompok Tu7uh Rupa



 
Para perupa Kelompok Tu7uh Rupa bersama Duta Besar Ekuador untuk Indonesia, HE Mr. Luis Arellano Jibaja dan Kurator Anindyo Widito   
Foto: Wahyu Toveng 


Malam itu, Kamis 14 Agustus 2025, di sebuah restoran bernama Koi Kemang yang berlokasi di Jalan Kemang Raya No.72 Jakarta Selatan, berlangsung pembukaan Pameran Seni Lukis bertajuk Nice Chemistry yang digagas oleh Kelompok Tu7uh Rupa, suatu kelompok dengan beranggotakan tujuh orang perupa, antara lain, Budi Darmanto KR, Dani Sugara, Ireng Halimun, M. Hady Santoso, Mulyana Silihtonggeng, Sri Hardana, Yayat Lesmana.

Terdapat sekitar 36 karya lukisan yang dipamerkan dalam event ini dan terpajang menyebar hampir di seluruh dinding restoran dengan suasana eksotik tersebut. Penempatan 36 karya itu sendiri seperti ingin menghadirkan interaksi penuh keintiman bagi para pengunjung restoran dalam menikmati karya seni, di sela-sela mereka berwisata kuliner. Sebuah senyawa kimia estetik yang coba dibangun secara natural, dari perpaduan keindahan komposisi lukisan, artistik ruangan, serta ketertarikan karena sense of art yang dimiliki oleh setiap penikmat karya seni.

Seperti yang dituliskan oleh Rian Adriansyah selaku Staf Galeri Koi Kemang dalam kata sambutan pada katalog pameran mewakili manajemen Koi Kemang, "Sebagai sebuah restoran yang juga peduli pada bidang seni-budaya, Koi Kemang telah hampir 20 tahun lebih menggelar acara pameran seni lukis (seni rupa), baik itu pameran tunggal ataupun pameran bersama, sehingga dapat dianggap sebagai satu di antara banyak komponen bangsa yang telah ikut berpartisipasi memajukan kesenian dan kebudayaan di Indonesia," tulis Rian.

Acara pembukaan pameran sendiri berlangsung di selasar bagian tengah restoran, tepatnya di depan meja bartender dengan cermin panjang di seberangnya. Bertindak selaku pemandu acara yaitu Nurmalichah Agustin, yang merupakan istri dari perupa Ireng Halimun. Ireng dalam sambutannya di awal acara selaku ketua dari kelompok Tu7uh Rupa menyampaikan penetapan tajuk pameran "Nice Chemistry" adalah sebagai semangat kebersamaan dalam memiliki kesamaan visi dan misi berkesenian yang menghasilkan senyawa kimia artistik dan estetik. Untuk hal ini bukan hanya sekadar hubungan pelukis dengan objek atau subjek matter yang dilukiskan.

"Dalam komunikasi kita sebagai sesama manusia, terkhusus di antara para pelukis personel kelompok ini, antara para pelukis dengan apresiator atau pecinta seni, dan antara pelukis dengan para stakeholders, pemilik galeri atau ruang pamer serta sponsor, haruslah terbangun jalinan kondisi kimia atau chemistry yang indah untuk bersama-sama membangun kesadaran akan seni dan kebudayaan di masyarakat." Tutur Ireng.

Karya-karya dari para perupa Kelompok Tu7uh Rupa dalam Pameran yang dijadwalkan berlangsung dari 14 Agustus hingga 6 September 2025 itu, dikurasi oleh seorang Kurator yang merupakan Akademisi dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Anindyo Widito M.Sn. Hal lain yang menjadi sangat spesial dari acara pembukaan Pameran Nice Chemistry ini adalah, hadirnya Duta Besar dari Ekuador untuk Indonesia, HE Mr. Luis Arellano Jibaja, yang secara resmi membuka pameran.


 

Suasana Pameran Nice Chemistry di Koi Kemang / Foto: Wahyu Toveng 



Anindyo selaku kurator dalam sambutannya pada acara itu, mengajak hadirin dan penikmat karya seni lukis untuk dapat menyimak karya-karya yang dipamerkan dengan mata hati, tidak hanya dengan penglihatan mata biasa, karena ada keluhuran makna tersirat yang coba dihadirkan oleh para perupa Tu7uh Rupa melalui lukisan mereka. Ia sangat memahami bagaimana jejak berkarya para perupa telah sampai pada tahap bukan hanya sekadar menampilkan warna-warna cerah, bentuk-bentuk ekspresif, serta proliferasi figur binatang dalam berbagai konteks. Melainkan di balik semua tampilan yang riang dan komunikatif itu terdapat lapisan makna yang begitu dalam.

"Terdapat isu-isu sosial, nilai-nilai kemanusiaan, kritik terhadap kekuasaan dan realitas keadaan kehidupan kontemporer, gagasan mendalam tentang ekologi, yang kesemuanya diekspresikan secara simbolik, halus, atau bahkan terlihat ironis. Ada perenungan tersendiri ketika menyimak karya-karya seni lukis pada pameran Nice Chemistry ini, dan itu tidak dapat dilakukan hanya menyimak selintas saja, karena para perupa memang membangun guratan-guratah karyanya berdasarkan nalar, cara pandang, sikap, serta empati, terhadap realitas kehidupan yang ada di masyarakat." Ujar Anindyo.

Sementara Duta Besar Ekuador, Luis Arellano pada kata sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Spanyol dan diterjemahkan oleh Penyair Dany Susanto mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perupa, ia pun merasa sangat terhormat untuk dapat hadir dan meresmikan acara pameran Nice Chemistry yang digelar komunitas Tu7uh Rupa malam itu.

"Lukisan itu adalah bahasa visual yang universal, saya tentunya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kelompok Tu7uh Rupa dengan filosofi mereka untuk membangun kolaborasi indah, dan menghasilkan senyawa kimia estetik dan artistik yang tertuang pada kegiatan mereka ini, mereka seperti representasi keragaman kebudayaan Indonesia yang terus berusaha membangun trend positif dalam berkesenian. Semoga kedepannya pula dapat menjadi pembuka gerbang kemitraan berkelanjutan dengan seniman-seniman Ekuador dan membangun interaksi lebih luas lagi pada dunia seni budaya antara Indonesia dan Ekuador." Ujar Luis Arellano.

Pada kesempatan itu pula tampil Penyair Dany Susanto yang membacakan puisinya dalam dua bahasa yakni Spanyol dan Indonesia, serta tampil pula kelompok musikalisasi puisi Emperan Pamulang (Empang) membawakan karya mereka yang berjudul Semesta Imajinasi. Acara malam itu sendiri dihadiri para tokoh perupa dan pelukis, pelaku dan penikmat seni, pesastra seperti Ewith Bahar dan rekan-rekan, serta jurnalis.

(Wahyu Toveng)


Beberapa karya lukisan pada Pameran Nice Chemistry / Foto: Wahyu Toveng 















Komentar