Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Mengulas Puisi The Starry Night (Malam Berbintang) Karya Anne Sexton

Gambar
Anne Sexton dan Lukisan The Starry Night karya: Vincent Van Gogh Puisi karya Anne Sexton yang berjudul " The Starry Night " adalah respons terhadap lukisan cat minyak ikonik karya Vincent van Gogh yang berjudul sama, "The Starry Night" (1889). Puisi ini masuk dalam jenis Puisi Ekfrastik, yaitu puisi yang ditulis karena terinspirasi oleh karya seni visual seperti lukisan, patung, film, lagu, dan lain-lain. Anne Sexton sendiri merupakan seorang perempuan penyair Amerika Serikat yang lahir pada 9 November 1928 dan meninggal 4 Oktober 1974. Anne dikenal karena puisi- puisinya yang sangat personal dan bersifat pengakuan. Ia memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk puisi pada tahun 1967 untuk bukunya  Live or Die . Puisi-puisinya merinci perjuangan panjangnya melawan gangguan bipolar, kecenderungan bunuh diri, dan detail intim dari kehidupan pribadinya.  Sedangkan Puisi "The Starry Night" menggambarkan keinginan sang penyair untuk mati dan bersatu dengan alam seme...

Tahun Selalu Berganti, Kasih Ibu Selalu Abadi

Gambar
TAHUN SELALU BERGANTI, KASIH IBU SELALU ABADI (Latar Belakang Tema Event Cipta Puisi Bulanan Grup FB KLB Desember 2025) Sesaat lagi tahun 2025 segera berakhir, dan kita akan memasuki tahun 2026. Pergantian tahun sendiri adalah penanda waktu bagi manusia untuk dapat mengatur alur kehidupannya. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Imam Syafi'i bahwa "waktu adalah pedang," yang mengandung arti jika waktu tidak dipergunakan dengan baik, maka waktu akan menebas kita dan kita menjadi merugi. Di moment pergantian tahun pula, banyak orang kemudian melakukan kilas balik terhadap apa saja yang telah tercapai dan belum terwujud pada rentang waktu setahun kemarin, serta menentukan sendiri resolusi terbaik apa saja untuk satu tahun ke depan. Perubahan tentu saja tak dapat dilawan, seperti roda berputar yang terus bergerak maju, siapa yang tak siap maka pasti tergerus atau terlindas oleh perubahan. Seperti yang diungkapkan Gail Sheehy, seorang perempuan penulis Amerika bahwa, ...

Sumur Tanpa Dasar Pada Karya Puisi Iwan Setiawan: Titik Yang Menolak Cahaya

Gambar
TITIK YANG MENOLAK CAHAYA Malam mengiris lidahku, membuang nama yang tak mau sujud. Di balik tulang, ada doa yang memberontak menjadi bayang tanpa tuan. Aku menyalakan sunyi hingga tubuhku runtuh dan dari reruntuhan itu, cahaya pun takut lahir. --- Judul puisi karya mas Iwan Setiawan ini adalah "Titik Yang Menolak Cahaya," sebaris judul yang sepertinya justru menciptakan jeda koma ketika menyimaknya. Kata "Titik" secara harfiah makna utamanya adalah tanda baca penutup pada setiap akhir kalimat, atau bentuk bundaran yang sangat kecil. Namun kemudian diksi tersebut dirangkai dengan frasa, "Yang Menolak Cahaya," sejumlah pertanyaan lalu menggelitik, titik seperti apa yang menolak cahaya? Apakah titik itu seperti obyek yang dilihat dari jauh, sehingga ukurannya mengecil menyerupai titik-titik? Atau titik itu adalah simbolik dari akhir suatu kondisi? Jika memang demikian, apakah dapat ditafsirkan sebagai akhir yang menolak berakhir? Diksi ...