Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Dukungan Para Peseni Kepada Tempo: Melawan Teror Intimidasi Terhadap Pers Dan Jurnalis.

Gambar
  Zulfikar Akbar, Mayumi, dan Ireng Halimun memberikan testimoni dukungan untuk Tempo dan Cica (Dokumentasi Pribadi)  Sejumlah Peseni hadir ke Gedung Tempo di Jalan Palmerah No. 8 Jakarta Selatan pada Senin 24 Maret 2025, dengan maksud menyampaikan sikap dukungannya terhadap media nasional Tempo yang beberapa hari lalu mendapatkan teror berupa kiriman kepala babi (19/03) dan 6 bangkai tikus dengan kepala terpotong (22/03).  Kehadiran mereka diterima langsung oleh Wakil Pemimpin Redaksi Tempo, Bagja Hidayat dan dua jurnalis desk politik Tempo sekaligus host program Bocor Alus Politik pada kanal YouTube Tempodotco, yaitu Stefanus Pramono dan Francisca Christy Rosana (Cica).  Bagia Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, teror kepala babi dan bangkai tikus itu sepertinya secara spesifik ditujukan terhadap tim Siniar Bocor Alus Politik, khususnya Francisca Christy Rosana (Cica), karena pada kiriman paket berisi kepala babi dengan dua kupingnya yang dikerat, tertul...

Latar Belakang Tema Antologi Puisi Jakarta-Betawi 6; Ramadan Di Betawi: Menelusuri Egalitarianisme, Tradisi, dan Kesucian Diri

Gambar
  Tepat di malam Nisfu Sya'ban 13 Februari 2025, atau 15 Sya'ban 1446 Hijriah, setengah bulan menjelang Ramadan, Komunitas Literasi Betawi (KLB) kembali menggelar event Antologi Puisi Jakarta Betawi 6, yang mengangkat tema,  "RAMADAN DI BETAWI: MENELUSURI EGALITARIANISME, TRADISI, DAN KESUCIAN DIRI." Event antologi bersama ini terbuka untuk semua penulis puisi, baik pesyair ataupun bukan pesyair dapat berpartisipasi mengirimkan karya puisinya, sebelum nantinya dikurasi oleh tim kurator untuk dapat dibukukan, dalam hal ini tentunya aspek kualitas dan kelayakan puisi yang termuat tetap diutamakan.  Dan meski pada tema tersebutkan kata, "Ramadan di Betawi," tidak berarti yang dapat berpartisipasi hanya terbatas untuk sahabat-sahabat penulis yang beragama Islam saja ataupun hanya yang asli etnis Betawi saja, melainkan terbuka untuk semua agama dan semua etnis, suku daerah lain di Nusantara.  Karena sejak awal Komunitas Literasi Betawi tidak pernah membatasi, bah...

Komunitas Literasi Betawi Mengadakan Event Antologi Puisi Jakarta Betawi 6 / 2025

Gambar
  Pengurus Komunitas Literasi Betawi (KLB) Mengundang para pesyair maupun yang bukan pesyair untuk berpartisipasi dalam  ANTOLOGI PUISI JAKARTA & BETAWI 6 Tema:  RAMADAN DI BETAWI: MENELUSURI EGALITARIANISME, TRADISI, DAN KESUCIAN DIRI  Syarat dan Ketentuan: 1. Terbuka untuk umum 2. Maksimal 3 puisi terbaru dan terbaik, bertitimangsa 2024-2025 dan belum pernah dipublikasikan dalam buku, media sosial, media massa manapun.  3. Puisi harus asli karya sendiri, tidak plagiat, dan bukan puisi yang dihasilkan dari aplikasi generator puisi AI  4. Ditulis menggunakan huruf Times New Roman, 12 pt, 1 spasi, maksimal 40 baris tidak bersambung ke halaman lain (satu halaman, satu puisi), dan di setiap puisi dituliskan nama pesyair di atas judul puisi dengan huruf kapital. 5. Tidak melecehkan unsur SARA, kebencian antar golongan, dan pornografi. 6. Sertakan foto dan biodata terbaru, alamat lengkap, email, nomer wa, akun medsos, (keseluruhan maksimal 12 baris), dan dit...

Tony Q Rastafara; Bermusik dan Melukis, Sebuah Eksplorasi Seni Dalam Diri

Gambar
Tony Q Rastafara pada Pameran Karya Seni Lukis:  To Be Wise Tidak banyak yang tahu bahwa Tony Q Rastafara, seorang penyanyi reggae Indonesia kelahiran semarang, 27 April 1971 dengan nama asli Tony Waluyo Sukmoasih, ternyata juga seorang pelukis andal.  Ditemui pada Pameran Karya Seni Lukis "To be Wise" yang digelar di  75 Gallery, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada 8 hingga 18 februari 2025 lalu, yang melibatkan 10 orang Pelukis, yang pernah dan masih tergabung dengan Sanggar Garajas (Gelanggang Remaja Jakarta Selatan).  Mereka antara lain, Abdussalam, Agus Budi­yanto, Didiet Kadito, Ernawan Prianggodo, Hudi Alfa, Ireng Hali­mun, Jan Praba, Poppy Drews-Liem, Q’bro Pandamprana, dan Tony Q Rastafara sendiri. Terdapat 47 lukisan karya mereka yang dipamerkan, temasuk 6 lukisan karya Tony.  Bagi Tony Q Rastafara melukis adalah cita-citanya sejak kecil, sementara bermusik adalah cara dirinya berkesenian untuk mendapatkan penghasilan.  "Saat saya remaja dan h...