Miracle, Perenungan Pelukis Novandi Untuk Takdir Kehidupannya

Pelukis Novandi bersama istri dan sahabat / foto by: Wahyu Toveng


Pelukis Novandi menggelar pameran tunggal ke-6 untuk karya seni lukisnya di Galeri Darmin Kopi di bilangan Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan, yang pembukaannya dilaksanakan pada Sabtu sore 6 September 2025 dan dibuka oleh Dr. Monita Lubis Sp.Pd. Pameran yang dikuratori oleh FX. Jeffrey Sumampouw itu sendiri bertema Miracle dan dijadwalkan berlangsung hingga 17 September 2025, dengan total sekitar 18 lukisan yang dipamerkan. Terlihat rekan, sahabat Novandi yang tergabung dalam komunitas perupa Segitiga Art Community, Peruja, dan Hipta menghadiri acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut.

Poster Pameran Miracle / Sumber: Panitia


Miracle dalam bahasa Indonesia berarti Keajaiban, sesuatu hal luar biasa yang terjadi di luar kemungkinan perkiraan seseorang, tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan menjawab keraguan diri sendiri, dalam hal ini tentu saja ada campur tangan Sang Pencipta tanpa dapat dicegah oleh siapa pun. Bila Sang Pencipta telah berkehendak maka saat hamba-Nya ada pada posisi tersulit sekalipun, dapat keluar dan melalui kesulitan tersebut dengan cara-cara luar biasa.

Seperti itulah pelukis Novandi merenungkan perjalanan hidupnya, ia sempat ada di titik terendah mana kala harus terbaring tak berdaya akibat sakit yang di deritanya. Ia menderita diabetes dengan kadar gula hingga 340 yang mengakibatkan gagal ginjal dan dokter yang menanganinya memvonis bahwa fungsi ginjalnya hanya tinggal 10 ℅ saja. Novandi pun harus menjalani proses cuci darah hingga 22 kali dan mematuhi segala apa yang harus dijalani demi kesembuhan dirinya, seperti makanan yang dipantang, minum yang dibatasi, istirahat yang cukup, dan olah raga rutin yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Lukisan karya Novandi / Foto by Wahyu Toveng

Proses cuci darah sangat tidak nyaman baginya, belum lagi ia harus berhenti total dari kegiatan melukis. Namun keajaiban datang, setelah hampir lebih dua bulan berjuang dengan tekadnya yang kuat untuk kembali sehat sediakala, dokter pun menyatakan ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan keajaiban itu datang pula sebelumnya ketika ia masih terbaring lemah, sahabat-sahabat pelukis datang mendukungnya dan menyertakan karya-karya lukisannya pada suatu pameran bersama.

Kini sebagai penyintas gagal ginjal yang berhasil pulih total, ia sangat mensyukuri anugerah membaiknya kesehatan yang dirasakannya. Maka demikianlah yang tampak pada keseluruhan karya seni lukisnya yang dipajang di dinding Galeri Darmin Kopi, sangat kental dengan gaya ekspresionisme yang menggambarkan bagaimana perjuangannya dalam mencapai kesembuhan dari penyakit yang dideritanya.

Suasana Galeri Darmin Kopi dengan lukisan karya Novandi  / foto by Wahyu Toveng 

Pada hampir keseluruhan karyanya yang dipamerkan kali ini, ia melukiskan beberapa obyek utama antara bentuk-bentuk komposisi menyerupai rangkaian susunan serat daging sebagai simbolik dari bentuk kehidupan dan hewan kupu-kupu. Maksud dari kupu-kupu sendiri adalah simbolik reinkarnasi atau kelahiran kembali dan perubahan ke bentuk kehidupan selanjutnya dengan warna yang lebih indah dari bentuk lahir sebelumnya yaitu ulat yang membungkus dirinya dengan kepompong.

Sepertinya Novandi ingin menyampaikan pesan bahwa kini ia telah hadir kembali dengan jiwa dan semangat yang baru setelah pulih dari masa sakitnya. Saat ia harus jeda dari kegiatan melukis diibaratkan seperti ulat yang harus bertapa dalam bungkus kepompong, menepi sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan memulihkan kondisi fisik dan mentalnya lalu siap berlari kembali di rel kehidupan dan menghasilkan lagi karya-karya terbaik.

Dan Novandi pun tidak mengabaikan berkah campur tangan Tuhan pada perjalanan hidupnya, maka terdapat pula karyanya yang menampilkan lukisan kaligrafi kalimat "Alhamdulillahirobbil'alamiin" dan lukisan Ayat kursi, sebagai doa ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas diberikannya nikmat sakit dan sehatnya.

Wahyu Toveng

Lukisan karya Novandi / foto by Wahyu Toveng



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Dzakwan Ali

Komunitas Literasi Betawi (KLB) berpameran di Festival Sastra HB Jassin 2025