Puisi-Puisi Dzakwan Ali
![]() |
Berteman Bayang
masa kelam orang tuaku dikepung di tengah ruang sunyi
rombongan mengusik kedamaian kami
melempar segala kebencian bertubi-tubi
semenjak kedatangan mengincar
bersembunyi di balik layar persahabatan
menyeret ke gerbang ketidakadilan
agama minoritas
hidupnya penuh cemas ganas
berinteraksi dijadikan caci maki
ikut gotong royong, mereka merongrong
ruang-ruang kebebasan disita
merampas segala rupa
titik balik semuanya
aku belajar memahami kondisi dan situasi
lingkungan tempatku menimba perbedaan
berteman dengan masa lalu
menyuarakan kebenaran melalui catatan puisi
Purwakarta, 29 September 2025
![]() |
| Ilustrasi: Meta AI |
Melangkahi Trauma
waktuku terbagi dalam ruang gersang
masa anak-anak sering kali terkurung bayang
sedangkan di luar sana memanggil-manggil hak
proses mengenal jati diri
aku dihajar keadaan
sebab ekonomi, awal pelampiasan
setiap kali menagih harapan
seolah aku menjadi budak
dari produk kekerasan
perih pedih memang
merintih sekaligus luka mendidih
bersusah sungguh
melangkahi trauma, mencipta karya
aku punya sejuta cita-cita mulia
Lautan badai tempatku berlayar
menuju cakrawala yang tenang
Purwakarta, 29 September 2025
![]() |
| Ilustrasi: Gemini |
Catatan Kecil
setiap detik selalu berisik
suara gombalan penguasa
tak pernah simpatik
suara pendemo memorak-porandakan jalan kota, kebijakan tumpang tindih
keadilan seolah-olah mereka saja yang mempunyai kesewenangan
bendera-bendera dunia berkibar
negeri tetangga sibuk provokasi
politik memanipulasi kejiwaan
markas besar menawar penguasa
tetap tak terbayar nilai kemanusiaan
kegundahan negeri Palestina
menggantungkan kemerdekaannya
menyisakan munajat doa kasih sayang
menggema seluruh pelosok negeri
aku mengingatmu
pada nyanyian kerinduan
Purwakarta, 29 September 2025
Mendidik Diri
mengenal adat budaya masyarakat
warisan nenek moyang
berseliweran rasa khawatir menentukan pilihan
keadaan menikam
pihak keluarga menghalangi prosesku
mendidik hati menjadi orang berbudi
kenyataan lapangan aku tercemar imajinasi
pertanyaan tetangga mengusik
sembunyi dalam ruang terbunuh harga diri
Sang pengantar mimpi merubah nasibku
orang tidak percaya sebelum ada bukti nyata
meluruskan dari semua pertanyaan-pertanyaan
masyarakat
menebarkan manfaat dan khidmat
Purwakarta, 29 September 2025
Tawanan Rakyat
beribu-ribu kiriman paket
harus memenuhi target
mumpung punya jabatan
berpesta nikmati hidangan
waktu kampanye sudah transaksi
sekarang giliran membalas budi
rasakan pengkhianatan demokrasi
yang di bawah depresi melihat kelakuan pejabat
yang di atas senda gurau berebut posisi
kepentingan golongan landasan harapan
warga diracuni virus yang halus
strategi penguasa sudah mendarah daging
semuanya sepakat saling menuding
hanya pemberontak kemanusiaan merekam jejak pemerintahan
yang lain kepura-puraan
menolak tawaran dari kecurangan negeri
diam-diam menerkam orang yang bersuara lantang
kita tidak takut melaporkan koruptor
perampok yang berkedok
di mana kalian bersekongkol
di situlah kita menggedor
Purwakarta, 29 September 2025
![]() |
| Dzakwan Ali: Foto Pribadi |
Dzakwan Ali, Penggerak seni dan Literasi Kampus Mahad Aly Kebon Jambu Cirebon, Penggagas komunitas Santri Menulis, Pendiri Latar Karya Temulawak, Duta Baca Kabupaten Indramayu tahun 2023, Pemuda Pelopor bidang seni dan budaya Indramayu 2024-2025, Menerbitkan 4 buku solo "Sejuta Rasa Cinta, Berakit-rakit Untuk Bangkit, Sang Pengabdi, Menapaki Jejak-MU." Pembaca puisi di acara-acara, karya-karyanya terbit di media koran Halaman Gelemaca Cirebon, Legok Media, Website Kebon Jambu, Suara Krajan, Serumpun Bambu, Negeri Kertas, majalah Horizon, Parahyangan, Sigap gemilang, Media Idestra, IG Residensi Sastra, Erka Pro, nongkrong id, Peka, Majalah Apajake, Urupedia, Nyimpang, Tiras Times, Media Literasi Senja, Jurnal Puisi Cinta, Redaksi Siniar, Redaksi Potret, Riau Sastra, Media Disdik Purwakarta, Media Sastraku, Media Tebu Ireng, Media Siniar, dan Redaksi takanta. Fb: Dzakwan Ali senang
IG: @pengedaraksara
Redaksi kataberanda menerima kiriman naskah puisi, cerpen, esai, liputan kegiatan seni budaya, dan lain-lain.
Link pengiriman naskah:
diksisemesta95@gmail.com
Link pencarian halaman blog:
kataberanda.blogspot.com




Komentar
Posting Komentar