Kelompok TU7UH RUPA Akan Menggelar Pameran Seni Lukis "NICE CHEMISTRY" Pada 14 Agustus - 6 September 2025 di Koi Kemang

 

Flyer Pameran Seni Lukis NICE CHEMISTRY oleh Kelompok TU7UH RUPA / Sumber: Ireng Halimun


Kelompok TU7UH RUPA Akan Menggelar Pameran Seni Lukis "NICE CHEMISTRY" Pada 14 Agustus - 6 September 2025 di Koi Kemang 


Sekelumit Tentang Kelompok TU7UH RUPA 


Setelah hadirnya kegiatan seni lukis modern di Indonesia, di masa Raden Saleh, diikutilah dengan semangat melukis yang paralel dengan munculnya organisasi seni lukis (seni rupa) di Indonesia, seperti Seniman Indonesia Muda (SIM), Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi), Sanggar Bambu, Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia, Himpunan Pelukis Jakarta (Hipta), dan lain-lain. Semangat itu diserap oleh para pelukis (perupa) dengan mendirikan kelompok Taring Padi, Jendela, Sanggar Kamboja, dan Sanggar Garajas, sehingga banyak peseni yang bersemangat mendirikan komunitas seni rupa seperti Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai), Ikatan Pelukis Indonesia (IPI), Koperasi Pelukis Jawa Timur (Koperjati), Komunitas Perupa Napas Seni (KPNS), Perupa Jakarta Raya (Peruja), Komunitas Pelukis Indonesia, Asosiasi Pelukis Nusantara, dan lain-lain. 


Karena kami nilai betapa tidak mudahnya mengelola organisasi yang banyak anggotanya, maka pada 2020 muncullah keinginan Ireng Halimun dan Novandi untuk membuat organisasi yang anggotanya hanya sekitar 5 – 10 orang saja. Dari hasil diskusi tersimpullah bahwa jumlah anggota yang ideal itu adalah 7 orang. Saat itu pula kami terinspirasi dengan kekuatan dan misteri di balik angka 7. Setelah kami cari dan catat, ada lebih dari 100-an informasi tentang kekuatan dan misteri angka 7, di antaranya: Tujuh keajaiban dunia; langit tujuh lapis; dalam seminggu ada tujuh hari; tujuh samudera; dalam Al Quran Surat 7 ayat 7: dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka); dalam Alkitab menyebutkan kehebatan angka tujuh hingga 735 kali; dalam Wedha menganggap angka 7 adalah angka penting, yaitu berkaitan dengan Agni, Dewa Api yang memiliki tujuh istri, Dewa Matahari punya tujuh kuda penarik kereta di langit; dan informasi tentang angka 7 lainnya. 


Kami kumpulkan para pelukis (perupa) dan menjelaskan tentang konsep tersebut kepada mereka. Sayangnya berkali-kali kami mendapat tantangan, sehingga kami harus menyimpan dulu konsep tersebut, apalagi saat itu sedang dalam masa Pandemi Covid-19. Di akhir 2022 kami kasak-kusuk lagi dengan rekan pelukis (perupa) yang memiliki kimia (chemistry) dan persepsi yang positif terhadap kelompok yang anggotanya terbatas ini. Barulah di awal 2023 muncul kesepakatan dari 7 pelukis (perupa): IrengHalimun, Novandi, M Hady Santoso, Feriendas, Ernawan Prianggodo, Yusuf Dwiyono, dan M Solech lalu membentuk organisasi seni rupa yang kami beri nama Tu7uh Rupa. 


Kelompok Tu7uh Rupa tidak semata-mata bertujuan untuk menyakralkan angka 7. Kami hanya terinspirasi dan memetik hikmah, kehebatan, dan misteri dari angka 7 tersebut. Pada hakikatnya kami mengusung kebebasan dalam berkreativitas. Di samping kami mengapresiasi, melestarikan, dan mengembangkan kearifan lokal (local wisdom) yang ada di negeri kita, namun bukan sekadar melakukan peniruan bentuk (mimesis), kami pun berupaya menafsir objek seni itu lewat kacamata seni dan mengemasnya ke dalam format karya seni rupa yang kekinian (modern). Tujuannya agar kearifan lokal yang menjadi acuan itu diapresiasi oleh generasi kini dan masa depan setelah mereka menikmati karya seni rupa yang kami ciptakan dengan adanya unsur kebaruan dan kekinian. 


Kelompok Tu7uh Rupa juga berupaya menyeimbangkan antara konsep idealisme dan komersialisme. Berkarya seni rupa sebagai sebuah perjuangan dan memberikan sumbangsih kepada negara dalam upaya turut memajukan kebudayaan (Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan) dan berkarya seni rupa sebagai upaya komodifikasi karya seni sebagai lahan mencari rezeki yang dapat digunakan untuk menyejahterakan keluarga dan rakyat lainnya. 

Diharapkan pula dengan kemunculan Kelompok Tu7uh Rupa, kelompok seni rupa yang sarat dengan kegiatan penajaman skill dan peningkatan wawasan seni, ini akan memberi rangsangan bagi pelukis (perupa) lain untuk berorganisasi bukan hanya sekadar berkumpul, namun dapat memberikan sumbangsih pemikiran kepada dunia seni rupa kita. 


Kelompok Tu7uh Rupa pun berkesempatan menggelar pameran yang bertajuk “Titimangsa” di Bentara Budaya Jakarta, November 2023. Pameran ini cukup spektakuler karena di samping menampilkan karya seni lukis, diperkaya juga dengan karya seni instalasi. Sebagai rasa syukurnya kami menggelar Pameran “Tasyakurupa” di rumah M Solech di bilangan Kebayoran Lama. 


Kami pun merencanakan pameran berikutnya dengan konsep mencatat tentang perputaran kemunculan karya seni. Muncullah judul pameran “Artvolution” yang akhirnya dapat digelar di Amuya Gallery, di bilangan Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Agustus 2024. 


Kesibukan masing-masing personel membuat kami sempat membekukan Kelompok Tu7uh Rupa. Setelah sekian bulan tidak muncul gagasan untuk membangkitkan kembali kelompok ini, akhirnya kami sepakati Kelompok Tu7uh Rupa bubar pada 31 Desember 2024. 


Meski masing-masing mantan personel sibuk berkiprah dalam berbagai kegiatan seni rupa, hubungan pertemanan tetap kami pelihara. Kadang ada 2 – 3 mantan personel bergerak bersama dalam suatu acara seni rupa. Sejak bubarnya Kelompok Tu7uh Rupa sampai dengan akhir Februari 2025, Ireng Halimun kerap menghadapi pertanyaan tentang kapan Kelompok Tu7uh Rupa menggelar pameran lagi. Juga banyak pihak yang menyayangkan dengan bubarnya Kelompok Tu7uh Rupa. Ireng pun tergerak untuk melanjutkan Kelompok Tu7uh Rupa. Dia pun segera menghubungi dan berdiskusi dengan M Hady Santoso yang dianggap sebagai rekan yang kooperatif dalam melaksanakan program Kelompok Tu7uh Rupa. Karena nama Kelompok Tu7uh Rupa dianggap begitu baik dan cukup “menjual”, Ireng dan Hady bersepakat untuk tetap menggunakan nama tersebut. 


Kami mulai melakukan rekrutmen personel baru. Dilanjutkan dengan menghubungi Sri Hardana (Danar) dan diikuti dengan pelukis (perupa) lain, maka tercatatlah ada 7 pelukis (perupa) yang kini memperkuat Kelompok Tu7uh Rupa baru: Budi Karmanto DR, Dani Sugara, Ireng Halimun, M Hady Santoso, Mulyana Silihtonggeng, Sri Hardana (Danar), dan Yayat Lesmana.


Mereka pun akan menggelar pameran seni lukis "Nice Chemistry" di Koi Restaurant and Gallery Kemang, Jln Kemang Raya 72, Jakarta Selatan, 14 Agustus - 6 September 2025. Acara pembukaan pamerannya akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Agustus 2025, 19.00 WIB yang akan dibuka/ diresmikan oleh Duta Besar Ekuador untuk Indonesia HE Mr Luis Arellano Jibaja.


Sumber: Ireng Halimun

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miracle, Perenungan Pelukis Novandi Untuk Takdir Kehidupannya

Puisi-Puisi Dzakwan Ali

Komunitas Literasi Betawi (KLB) berpameran di Festival Sastra HB Jassin 2025