Workshop Lebih Dekat Dengan Puisi: Kolaborasi SD Global Mandiri, Komunitas Literasi Betawi, Ruang Puisi Kita
Bagaimanakah puisi dapat menggugah daya kreatifitas anak-anak usia sekolah dasar? Bukan semata sekumpulan kata-kata remeh, sambil lalu, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Melainkan menyentuh batin mereka dan sekaligus memicu intuisi seni. Mungkin sesaat menyimak tatapan mereka saat diperkenalkan kepada puisi dengan barisan kata-kata yang tak biasa, mereka seolah tengah dibacakan sebaris mantra. Untuk kemudian mereka mulai memasuki alur, merasakan degup tersendiri dari susunan kata per kata, kalimat per kalimat dalam puisi.
"Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan pesastra dan peseni dari dua komunitas yakni, Komunitas Literasi Betawi dan Ruang Puisi Kita, dengan harapan dapat lebih memberikan pemahaman dan wawasan bagi anak didik kami, terutama siswa kelas 5 yang nantinya akan berpartisipasi pada acara Teatrikal Puisi "Simfoni Untuk Indonesia" di Rabu 6 Mei 2026." Ujar sang Kepala Sekolah
"Mereka (para siswa) dengan karakter masing-masing mudah untuk diarahkan, meski terkadang sebagian besar terlihat hiper aktif, namun secara keseluruhan adaptasi naluri dan intuisi mereka terhadap kesenian cukup baik, bahkan tak jarang mereka selalu bertanya kepada saya perihal waktu latihan untuk pementasan 6 Mei 2026, kapan kita latihan lagi miss, hehehe! Ujar Theodora seraya tertawa.
Tampil pula Dhe Sundayana Perbangsa yang menyajikan penampilan khusus Rajah Sunda diiringi petikan gitar Pentatonik Sunda oleh Ardian, Ardian pula menampilkan satu lagu musikalisasi puisi dari puisi karya Osiehelmi, "Hujan Di Tanah Merdeka." Pada lagu ini nampak para siswa ikut bernyanyi, karena lagu ini juga nanti akan ditampilkan oleh mereka pada acara Teatrikal Puisi "Simfoni Untuk Indonesia." Seusai sesi penyampaian materi, sesi berikutnya adalah sesi bimbingan khusus secara kelompok yang dimentori oleh para perwakilan komunitas tadi, pada sesi ini para siswa mendapatkan pemahaman lebih detail terkait materi yang telah disampaikan sebelumnya.
Pengenalan puisi pada siswa-siswa sekolah dasar sesungguhnya cara yang efektif untuk membentuk kepribadian generasi masa depan yang kreatif, terbiasa menciptakan karya, terbiasa berekspresi keindahan, punya empati dan simpati kepada orang lain, dan yang terutama memunyai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik itu lisan atau tulisan.
Editor: Wahyu Toveng
Foto: Koleksi panitia & Wahyu Toveng
![]() |
| (Dari kiri ke kanan: Wahyu Toveng, Dhe Sundayana, Theodora Polar, Piet Yuliakhansa, Ardian, Mahendra Widodo) |








Komentar
Posting Komentar